JIKA TIDAK ASLI, UANG ANDA KAMI KEMBALIKAN 100% | 0812-1532-3196 | Pin BB: D09CB79A

JURNAL NASIONAL Bicara Soal Sarang Semut Papua

Sarang semut papua (Myrmecodia pendans) diduga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker. Bukan kepalang gembiranya Meyti Ngantun, 33 tahun. Setelah tiga tahun menanggung nyeri di salah satu payudaranya, kini rasa itu tinggal kenangan. Benjolan di payudaranya hilang bukan karena operasi, melainkan karena ia rajin mengonsumsi sarang semut papua tiga kali sehari.


Sarang semut papua ? Janggal nian? Pikiran Anda jangan dulu ke semut sungguhan. Sarang semut papua di sini adalah jenis tanaman epifit, bahasa ilimiahnya Myrmecodia pendans. Biasanya ditemukan di tanaman kayu putih, cemara gunung dan pohon kaha. Ia sering ditemukan di daratan tinggi Papua, terutama di daerah pegunungan tengah seperti hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang dan Paniai. Masyarakat Papua menggunakan tanaman ini sebagai obat untuk berbagai penyakit dalam, seperti malaria dan demam berdarah. Jenis lain dari Myrmecodia ini ada di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. "Saat ini jenis yang sudah diakui khasiatnya adalah Myrmecodia dari Wamena," kata Dr. Ir. Ahkam Subroto dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), peneliti tanaman ini, saat dihubungi Jurnal Nasional, 10 Januari 2007.



Dalam taksonomi tumbuhan, sarang semut papua termasuk keluarga (famili) Rubiaceae yang terbagi menjadi lima marga (genus) yaitu Hydnophytum, Myrmecodia, dan Anthorrhiza di daratan Papua Nugini, Myrmephytum di daratan Papua Nugini dan Filipina dan Squamellaria merupakan tanaman lokal di Pulau Fiji. Di Indonesia yang kini populer adalah Myrmecodia dan Hydnophytum. Sebagai pembedanya, Hydnophytum tumbuh di dataran mangrove sedangkan Myrmecodia di dataran tinggi.

Menurut Hendro Saputro, pengusaha kopi di Papua yang juga memasarkan sarang semut papua , tanaman ini memiliki bentuk yang sangat khas. Pada saat muda, ujung batangnya menggelembung hingga bentuknya hampir membulat. Seiring pertumbuhannya, batang itu menjadi lonjong memendek atau memanjang. Karena bentuknya yang hampir menyerupai umbi, banyak yang menyangka batang yang menggelembung itu adalah umbi.Ahkam mengatakan tanaman ini disebut sarang semut papua karena selain batangnya yang jika dibelah akan menunjukkan rongga-rongga seperti sarang semut papua , juga karena rongga-rongga itu ditempati oleh sekawanan semut. "Jenis semut yang hidup bersimbiosis di tanaman sarang semut papua itu termasuk kelompok Ochetellus sp," tuturnya.


Para semut bercokol di situ karena tanaman ini sarat gula atau glukosida yang merupakan sumber makanan mereka. Sebagai balas jasa, semut-semut itu melindungi tanaman ini dari pemangsa herbivora. "Yang unik, jika satu jenis semut sudah masuk, maka jenis lainnya tidak akan mau ikutan," ujarnya. Selain menjaga Myrmecodia dari pemangsa, para semut tersebut juga memengaruhi komposisi senyawa yang dikandung tanaman ini. Oleh karenanya, jika Anda ingin menanam Myrmecodia dengan khasiat sesuai dengan penelitian Ahkam, sepertinya Anda perlu menyertakan semutnya dari Wamena.

Sarang semut papua diduga berkhasiat untuk menuntaskan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker. Saat ini hal itu masih dalam penelitian Ahkam dan Hendro. Akan tetapi, dari penelitian sementara ditemukan adanya kandungan senyawa kimia golongan flavonoid dan tanin. Seperti yang diketahui, flavonoid berperan sebagai antioksidan dalam tubuh yang dapat mencegah tumbuhnya kanker. "Beberapa kanker yang terbukti bisa sembuh antara lain kanker payudara, leher rahim dan usus besar serta paru-paru. Tetapi, ada juga yang gagal seperti kanker di tenggorokan dan rongga mulut," jelas Ahkam.

Sedangkan senyawa lainnya, tanin, dikenal sebagai senyawa antringen yang dapat mengikat dan mengendapkan protein yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya tanin digunakan untuk menghentikan gangguan pencernaan berupa diare, pendarahan pada bagian pencernaan dan juga wasir.

Bukan dua senyawa utama itu saja yang ditemukan Ahkam. Ia juga mendapatkan berbagai senyawa dan mineral penting lainnya (Baca: Senyawa dan Mineral Penting dalam Sarang Semut papua ). Semua mineral itu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, kalsium sangat baik untuk tulang dan kinerja jantung, implus saraf dan proses pembekuan darah.Toto Buntaro, seorang terapis herba, dalam situs eramuslim menuturkan, tanaman ini dapat digunakan untuk membantu gangguan jantung bocor. Kemampuan itu karena sarang semut papua sangat kaya akan mineral. Terutama mineral kalsium dan natrium yang berperan memperbaiki kerja jantung dan impuls saraf, juga jantung koroner, nyeri dada dan radang paru-paru akut. Namun, bagi Anda penderita diabetes dianjurkan tidak mengonsumsinya karena kandungan gula di dalamnya sangat tinggi.

Saat ini khasiatnya dapat diperoleh dalam bentuk kemasan tablet. Tak semua sarang semut papua yang dipasarkan telah teruji secara klinis. "Jika Anda membeli, perhatikan tulisan di kemasannya. Jika tertulis spesies yang digunakan adalah Myrmecodia pendans maka bisa dikonsumsi," jelas Ahkam yang sudah menjalankan penelitian ini selama dua tahun dan akan terus bergulir.

Waspada jika Anda membelinya di pasar tradisional. Kebanyakan yang dijual adalah sarang semut papua dari jenis yang bukan ditemukan di Wamena. Kalaupun jenis itu telah teruji secara tradisional, namun belum tentu secara klinis. "Sehingga belum diketahui efek samping, efek jangka panjang, dan kandungannya," ujar Ahkam. Cara memproduksinya pun kebanyakan tak higienis. Kepopuleran sarang semut papua membuat orang berlomba menjualnya. Mereka ambil sembarang sarang semut papua yang ada di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Lalu dikeringkan dan ditumbuk halus hingga menjadi bubuk yang dikemas dalam bentuk pil. "Jadi khasiatnya tidak terjamin. Anda jangan mengonsumsi sarang semut papua yang belum jelas itu karena berbahaya," kata
Ahkam.

Sumber: Jurnal Nasional



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

JURNAL NASIONAL Bicara Soal Sarang Semut Papua | Sarang Semut | Sarang Semut Papua